Find What You Search!

Monday, 23 January 2012

Assassin, Organisasi Para Pembunuh (part 2)

Melanjutkan postingan tempo hari mengenai organisasi Assassin. Jika dalam tulisan sebelumnya membahas sejarah Assassin kuno, kini saya akan membahas perkembangan Assassin di dunia modern.
Ketika dunia pindah ke modern, membunuh orang penting mulai menjadi lebih dari alat dalam perebutan kekuasaan antara penguasa diri sendiri dan juga digunakan untuk simbolisme politik, seperti dalam pembuatan propaganda . Di Rusia saja, empat kaisar terbunuh dalam waktu kurang dari 200 tahun: Ivan VI , Peter III , Paulus I , dan Alexander II


Dalam dunia modern, para assassin biasanya tidak langsung membunuh target melainkan memberikan peringatan pada target sehingga sang target akan mengakui kalah atau menyerah dan mengikuti perintah assassin.
para target assassin juga biasanya adalah para penjabat negara atau orang" dari golongan atas. Di Amerika Serikat, empat presiden, Abraham Lincoln , James Garfield , William McKinley , dan John F. Kennedy , tewas di tangan pembunuh (assassin modern).

Metode Assassin Kuno
Metode pada zaman kuno dilakukan dengan cara yang cukup sederhana namun cukup berhasil yaitu dengan cara menusuk , mencekik atau bludgeoning . Teknik utama assasin adalah dengan menggunakan metode infiltrasi atau penyusupan. Setelah menyusup mereka akanmembunuh dengan cara menusuk, mencekik atau pencekikan. Racun juga mulai dipakai dalam berbagai bentuk.

Kematian karena jamur topi dan tanaman serupa menjadi pilihan tradisional Assassin terutama jika mereka tidak bisa membunuh secara langsung maka mereka menggunakan racun, gejala keracunan tidak akan nampak pada saat assassin memberikan racun kepada korban dan setelah beberapa saat racun mulai mengeluarkan reaksinya dan membunuh target secara perlahan.
Dengan munculnya persenjataan senjata api , posisi target lebih berbahaya. bahkan Bodyguards tidak lagi cukup untuk menahan Assassin, Selain itu, jarak jangkauan target lebih besar dan lebih mudah di bunuh secara dramatis meningkatkan peluang hidup si assassin. Kepala pertama pemerintahan yang dibunuh dengan senjata api adalah Bupati Skotlandia yang bernama  Moray pada tahun 1570, dan William Diam, Pangeran Orange dari Belanda tahun 1584.


Gunpowder dan bahan peledak lainnya juga memungkinkan penggunaan bom. Bahan peledak, khususnya bom mobil , menjadi jauh lebih umum dalam sejarah modern, dengan granat dan remote-pemicu ranjau darat juga digunakan, terutama di Timur Tengah dan Balkan. Dengan senjata berat, granat roket (RPG) telah menjadi alat yang berguna mengingat popularitas mobil lapis baja, sementara pasukan Israel telah merintis penggunaan pesawat-rudal serta penggunaan inovatif perangkat peledak.

Sebuah sniper dengan presisi senapan sering digunakan dalam pembunuhan fiktif. Namun, kesulitan tertentu menghadiri menembak jarak jauh, termasuk mencari posisi penembakan tersembunyi dengan berhadapan jelas, dan senjata ini tentu sangat mendukung peranan si assassin karena dia dapat membunuh sang target dari jarak yang cukup jauh. hingga memudahkannya untuk bersembunyi atau melarikan diri.

Pistol adalah senjata lebih mudah digunakan , dan konsekwensinya jauh lebih umum digunakan daripada senapan. Dari 74 insiden utama dievaluasi dalam sebuah studi besar tentang metode pembunuhan pada paruh kedua abad ke-20, 51% yang dilakukan oleh pistol, 30% dengan sniper atau senapan, 15% dengan pisau, dan 8% bahan peledak.
Dalam metode pembunuhan yang lain, keracunan dapat lebih mudah di lakukan oleh sang assassin karena assassin adalah seorang yang bisa menyamar menjadi siapa saja dan membuka kemungkinan untuk bisa memberikaan racun pada korban dengan cara mencampurkan racun dengan makanan dan minuman atau dilakukan dengan menggunakan aebuah pelet kecil yang mengandung racun dan disuntikkan ke korban.
Kesimpulan Akhir
jadi, assassin mencapai tujuannya dengan segala cara dan senjata yang digunakan pun berkembang mengikuti zaman. Meski awalnya kelompok ini bertindak melenceng dari ajaran agama islam namun pada awal abad ke-16 organisasi ini berda diambang kehancuran dan akhirnya organisasi ini kembali ke jalan ajaran Al-Quran dan di zaman modern ini assassin di libatkan sebagai orang yang mengincar para petinggi negara yang bertindak seenaknya.


sumber: 99thgeneration.blogspot.com

No comments:

Post a Comment