Find What You Search!

Sunday, 22 January 2012

Nyari Informasi Tentang Kakehan!

Kakehan...apa itu Kakehan? Apakah benar bahwa Indonesia mempunyai perkumpulan persaudaraan rahasia? Mungkin ada yang tidak tahu apa itu perkumpulan persaudaraan. Saya juga tidak tahu pasti. Setahu saya, organisasi persaudaraan itu mirip-mirip kayak Illuminati atau Freemason. Walaupun begitu, saya tidak akan membahas dua organisasi itu. Saya sekarang akan menulis tentang Kakehan.

"Berpakaian serba gelap, wajah mereka dirajah dengan ornamen kelelawar. Nyaris tidak bisa dikenali." Itulah yang saya kutip dari novel E.S. Ito yang berjudul Rahasia Meede. Dimana pada chapter 41 diceritakan saat Roni Damhuri beserta 3 peleton TNI disergap Kakehan saat ingin mengerjakan sebuah misi. Para prajurit-prajurit Pattimura bahkan sampai mati kutu dan tidak ada yang berani menghadapi salah satu Kakehan. Jadi, apa itu Kakehan? Apakah benar bahwa persaudaraan kuno itu pernah ada di Indonesia? Atau semua itu hanya rekaan Bung Ito?

Dalam salah satu website disebutkan bahwa mereka melakukan kegiatan ritual sesembahan yg dilakukan Kakehan sebelum mengikuti ekspedisi berburu kepala (head-hunting, literally..). Semakin banyak kepala yg berhasil dipenggal, maka semakin sakti dia, karena tradisi menganggap bahwa soul-essence (ruh) dari yg dipenggal akan menyatu kedalam jiwa Kakehan.

Dalam buku Rahasia Meede, dikatakan bahwa Kakehan sudah lama hilang. Ketika administrasi modern dan agama-agama sudah masuk, mereka terkikis hilang.

Menurut buku 'Rahasia Meede', Kakehan merupakan persaudaraan rahasia dalam Patasiwa Hitam dan Patasiwa Putih. Lelaki terpilih di Pulau Seram yang memiliki keberanian dan kesaktian. Dalam ritual mereka, lelaki dari Patasiwa Hitam bertindak sebagai mena atau yang dituakan, sedangkan lelaki Patasiwa Putih bertindak sebagai yang muda atau disebut muli.

Ritual mereka biasa dilakukan di tengah hutan dalam sebuah bangunan tersembunyi dipimpin oleh seseorang yang paling berpengaruh di antara mereka yang siebut Mauwena. Ritual di mana debat dan keputusan-keputusan untuk melakukan penyerangan dan pemenggalan kepala terhadap orang-orang yang melanggat ketentuan adat dan agama tradisional dilakukan.

Persaudaraan itu tidak bisa dilepaskan dengan administrasi dan pengadilan tradisional, nili ela. Eksistensi terakhir kelompok rahasia ini terlihat ketika mereka melakukan konsolidasi melawan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1914 sampai tahun 1916. Setelah diberangus oleh kekuatan kolonial, mereka tidak pernah lagi terlihat. Kecuali, praktik-praktik kecil yang lebih mirip perdukunan. Kakehan telah punah, berubah jadi mitos.

Sementara, dalam website www.hekaleka.com, disebutkan bahwa Kakehan adalah sebuah proses pengukuhan. Kakehan, yaitu sebuah ritual bagi kaum laki-laki di Pulau Seram, dimana seorang remaja lelaki dituntut untuk menjadi seorang lelaki dewasa apa bila melewati berbagai aturan yang telah disepakati, seperti di asingkan atau tinggal sendiri dalam hutan selama waktu yang ditentukan, tidak disediakan makanan.

Dia sendiri mencari makan untuk hidupnya. Dan kalaupun berhadapan dengan binatang buas atau manusia yang lain di hutan, dia harus membunuhnya kemudian tubuh dari binatang atau kepala manusia itu harus di tunjukan kepada masyarakat pada waktu dia kembali kembali ke desanya, kemudian masyarakat lewat tokoh-tokoh adat melihat bukti-bukti itu dan secara sah mengukuhkannya sebagai Kakehan. Proses pengukuhan ini disebut Leka.

Sementara, dalam situs oldmaluku.com, dijelaskan bahwa Kakehan adalah sebuah perkumpulan. Di mana anggota perkumpulan tersebut melakukan beberapa ritual yang cukup aneh. Menurut catatan dalam situs tersebut, "No one really remembered, and so it was that all manner of untrue stories have been spread about the kakehan." Btw, anda bisa melihat itu lebih lanjut di sini.

sumber: jabberworky.wordpress.com, Novel Rahasia Meede, oldmaluku.com, hekaleka.com

No comments:

Post a Comment