Find What You Search!

Sunday, 16 March 2014

Jarang-Jarang Ada yang Bisa (Cerita Drama 2)

Jarang-jarang ada yang bisa? Bisa apaan? Maksud gue di sini ya mainin dramanya. Setelah apa yang gue bilang di tulisan sebelumnya, gue lagi sibuk buat projek drama gede di sekolah gue. Nah, kembali ke topik awal, memangnya apa susahnya drama yang gue tulis ini?


Sebenernya gak susah-susah amat sih, kira-kira medium lah ya. Jadi begini, ada beberapa tokoh yang karakternya agak sulit untuk dimainin. Berikut contoh-contohnya.

1.       Ali
Dia karakter utama dalam drama ini. Kenapa jadi dia itu cukup sulit? Begini masalahnya, si pemeran yang jadi Ali ini punya banyak kriteria. Di babak awal, dia Diperlihatkan sebagai orang yang ceria dan bersemangat, namun babak selanjutnya ini mengeksplorasi sifat si Ali yang bisa dikatakan pendiam, datar, dan gugup. Meski begitu, jika ia sedang bersama Sinta (tokoh perempuan yang ia sukai) ia bisa menjadi romantis. Setelah itu, menuju akhir cerita, akan diperlihatkan kemarahan Ali yang sangat kuat dan di akhir cerita ia menjadi seorang yang frustrasi.

Nah loh, berarti buat jadi Ali, gue harus nyari orang yang: pendiam, gugup, romantis, pemarah, emosional, punya banyak pikiran, dan stress. Semuanya di satu tokoh.

2.       Dika
Temennya Ali. Karakternya gak susah-susah amat, tapi agak rumit. Jadi begini, Dika itu peduli sama si Ali. Meskipun begitu, Dika anaknya urakan dan serampangan. Dika juga cuek dan terlihat tidak peduli sama sekelilingnya.

Yang susah itu begini: Dika harus peduli sama Ali, tapi kesan berandalannya harus tetep ada. Ada beberapa babak yang memperlihatkan Dika menasihati Ali namun dengan gayanya yang urakan itu. Berarti, gue harus nyari orang yang bisa marah-marah, tapi terlihat peduli dan ada feel setia kawannya. Tokoh ini harus dimaenin dari hati...

3.       Sinta
Sinta itu dari awal digambarkan sebagai seorang cewek ‘sempurna’. Manis, perhatian, peduli, sabar, peka, romantis, baik, dll. Dari awal diperlihatkan sifatnya seperti itu, tapi di bagian akhir nanti Sinta bakal menunjukkan sifat pemarah dan kecewanya. Sinta bakal terlihat frustrasi di akhir cerita.

Ya, gue butuh orang yang bisa jadi cewek ‘sempurna’ dan juga cewek ‘berantakan’ dalam satu drama, dalam satu tokoh.


Itu sih tiga tokoh utamanya, sementara yang lain ada yang harus jadi dosen yang tegas dan terkesan galak tapi sebenarnya peduli, ada yang jadi orang pinter yang sombong tapi asik diajak berteman, dll.

Well, that’s for today! Merci!

No comments:

Post a Comment