Find What You Search!

Monday, 27 June 2011

Seperti Apakah Bentuk Alam Semesta?


Sekitar enam tahun silam, sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan, bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau menyerupai donat atau prediksi lain yang menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan dan tidak umum seperti biasanya, karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet. 

Dimana pada bagian ujung belakang terompet (baca : alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana Bumi dan seluruh sistem tata surya berada, merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (perhatikan gambar dibawah).




Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60, ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah SAW bersabda :


Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Israfil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah :“Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).


Dalam hadits di atas disebutkan, sangkakala atau terompet malaikat Israfil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan Bumi. Bentuk bagaikan tanduk mengingatkan kita pada terompet orang–orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk. 

Kalimat seluas langit dan Bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghaib) dan Bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Israfil itu melingkar membentang dari alam nyata, hingga alam ghaib.

Jika keshahihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama–rama yang hidup di tengah–tengah kaldera gunung berapi paling aktif, yang siap meletus kapan saja. Dan Allah SWT telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Israfil itu dalam surah An Naml ayat 87 :



Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi, kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.

Makhluk langit saja bisa terkejut, apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk, sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak–anak jadi beruban dan setan–setan berlarian.

Kita mungkin tidak tahu bagaimana persisnya bentuk terompet tersebut. Kita juga tidak tahu apakah alam semesta ini adalah sangkakala tersebut. Tetapi, jikalau itu benar, pasti yang meniup sangkalala tersebut sangat besar. Kalau begitu, sebesar apa sang pencipta? Allahu Akbar.

No comments:

Post a Comment